Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Istri Mesum di Ulang Tahunku
Tradingan.com - Saya adalah anak tunggal papaku. Sejak dulu, kami hanya hidup berdua saja. Mamaku telah lama bercerai dari papaku sejak saya masih sekolah. Saya tak pernah mau tahu kenapa mereka bercerai. Sejak saat itu, saya tinggal dengan papaku. Papaku itu ganteng sekali. Meskipun usianya sekarang hampir mencapai 50, dia masih nampak awet muda. Rambutnya memang agak beruban, tapi tak terlalu menonjol. Kerutan memang mulai nampak di wajah tampannya itu namun tak sebanyak kerutan di wajah kebanyakkan pria berusia 50an. Tubuhnya memang tidak atletis, dengan sedikit lemak di bagian perut. Namun, secara keseluruhan, dia tak nampak gemuk sama sekali.
Kami dekat sekali, selalu berbagi kegembiraan dan kesedihan. Singkat kata, papaku itu papa yang terbaik sedunia. Saya amat menyayanginya, sampai-sampai terkadang saya mengira saya telah jatuh cinta padanya. Saya sendiri tak tahu bagaimana perasaan papaku terhadapku. Yang kutahu adalah bahwa dia amat sangat menyayangiku seperti seorang ayah menyayangi anaknya. Walaupun kami dekat sekali, norma-norma kesopanan tetap kami jaga. Saya tak pernah sekalipun melihat kontolnya, hanya sering melihat dadanya saja sebab dia suka berjalan telanjang memakai celana dalam saja. Saya sendiri sangat pemalu, saya tak mau papaku melihat tubuhku. Mungkin karena saya tak percaya diri dengan bentuk tubuhku yang agak terlalu langsing. Tapi semuanya akan segera berubah, tepat di malam ulang tahunku yang ke-18.
Malam itu, saya memutuskan untuk tidur lebih awal. Sekujur tubuhku letih sekali setelah latihan fisik di sekolah pagi tadi. Saya selalu benci pelajaran olahraga, karena saya tak terlalu suka capek. Tapi sisi baiknya, saya menjadi cepat mengantuk dan ingin tidur lebih pagi. Seperti biasa, saya telah melolosi semua pakaianku, dan berbaring telanjang bulat dengan nyaman. Bahkan saya tak ingin sehelai selimut pun menutupi tubuhku. Rasanya nyaman sekali dapat bebas dari belenggu pakaian yang harus kukenakan dari pagi sampai malam.
Dengan cepat, saya terlelap, tak menyadari bahwa sesosok bayangan pelan-pelan memasuki kamarku dan berdiri di sisi ranjangku. Tubuh telanjangku menjadi menu utama matanya. Saya baru tersadar ketika dia menepuk-nepuk pipiku dan membangunkanku. Begitu kedua matau terbuka, kulihat papaku berdiri menatap ketelanjanganku. Meskipun keadaan di kamarku remang-remang, namun cukup jelas untuk melihat segala sesuatu. Malu sekali, cepat-cepat kututupi kontolku yang setengah ngaceng dengan tanganku. ‘Astaga, sudah berapa lama dia melihat tubuh telanjangku?’ pikirku, wajahku memerah seperti kepiting rebus.
“Tak perlu malu, anakku,” katanya, duduk di sisi ranjang.
Satu-satunya pakaian yang melekat di tubuhnya hanya celana dalamnya yang agak terlihat usang. Bercak kekuningan nampak di bagian depan celana dalamnya di mana kontolnya mulai mendesak ingin keluar. Astaga, papaku ereksi melihat tubuhku!
“Kamu cakep sekali, anakku,” katanya lagi, tangannya mulai membelai-belai bahuku.
“Ayolah, jangan kau tutupi kemaluanmu. Biarkan Papa melihatnya. Ayo.”
Dengan lembut, dia berusaha menyingkirkan tanganku agar kontolku terekspos. Saya tak tahu harus berbuat apa selain membiarkannya.
“Anak Papa sudah besar, yah,” komentarnya saat melihat kontolku mulai ngaceng.
“Bulu-bulunya lebat sekali,” tambahnya lagi saat melihat bahwa dasar kontolku ditutupi bulu jembut yang rindang seperti hutan Amazon.
Artikel Terkait
Saya tahu apa yang sedang papaku lakukan. Dia ingin merayuku. Dia ingin mengajakku untuk tidur dengnnya. Dia ingin bersetubuh denganku!! Agak ragu, saya berkata,
“Pa, jangan, Pa.” Kurasakan tangannya yang kasar membelai-belai kontolku.
“Kumohon, Pa. Jangan,” mohonku lagi.
Sebagian diriku memang ingin sekali bercinta dengannya, tapi sebagian lagi melarang. Incest itu salah dan dosa, apalagi incest yang satu ini melibatkan hubungan sesama jenis. Insting moralku memaksaku untuk menolak rayuan papaku. Lanjut baca!
Viral Lendir Anus Iswani Akhir Kebersamaan
Biodataviral.com - Malam itu aku hanya dapat tidur nyenyak 3 jam saja. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Usahaku yang kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. Kulihat Iswani masih tergeletak dalam keadaan tidur nyenyak di ranjangnya. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya.
Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. Kemudia aku mengambil semua berkas dan catatan tentang pekerjaanku dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian yang telah terpilah-pilah itu kubaca lagi dengan lebih teliti dan menguraikan isinya didalam otakku sehingga terbentuklah sebuah bahan informasi yang berhubung-hubungan satu sama lainnya. Beberapa data yang masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Kemungkinan-kemungkinan tidak kuperoleh data yang kuperlukan juga kucatat. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.
Setiap hal penting yang muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Kubaca lagi rencana kerja yang telah selesai kucatat, lalu kurangkai hubungan setiap langkah rencana kerja dan kubuat skemanya. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5.42 pagi. Konsentrasi tinggi serta posisi duduk dan letak meja didalam penginapan yang sebenarnya tidak ideal untuk dipakai kerja membuat leherku terasa pegal. Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung.
Artikel Terkait
Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. Di teras kamar aku melakukan stretching selama beberapa menit. Kucoba berputar-putar di sekitar teras. Merasa bosan, kuambil rokokku yang selalu tersedia dalam saku jaket dan kusulut sebatang rokok. Setengah dari rokoknya telah habis ketika kulihat Iswani keluar dari pintu kamar dengan menggunakan kaos oblong besar dan celana pendek sebatas paha.
“Sudah ngopi, Tok?”, tanyanya.
Aku menggelengkan kepala saja dan meneruskan merokok.
“Tumben Tok tidurmu sebentar, bangunmu pagi sekali ya, aku sempat melihatmu sibuk tapi karena masih ngantuk jadi aku pilih tidur lagi aja daripada membantumu”, komentarnya.
“Mbak sudah benar, kalau Mbak bangun dan membantuku, bisa-bisa tambah kacau”, kataku sambil memikirkan pekerjaan yang akan kuhadapi besok. Lanjut baca!
Heboh! Pengalaman Pribadi Anal Sex Lucy
Tradingna.com - Cerita di bawah ini merupakan cerita yang saya ceritakan kembali dari apa yang saya dengar dari Lucy, jadi semua yang diungkapkan dalam cerita di bawah ini adalah pengalaman pribadi Lucy yang dituliskan dengan kata “aku” berarti Lucy, bukan saya (Venny).
Namaku sebenarnya I*** Lucy F*** (edited), Aku mulai mengenal seks sejak SMU, keluargaku adalah keluarga yang bisa dibilang tajir (kaya), namun orang tuaku tidak terlalu mempedulikanku, jadi walaupun aku tidak pulang ke rumah tidak akan dicari. Sedangkan kakakku sudah kuliah di Singapore, jadi tinggal aku seorang diri di rumah (Aku 2 bersaudara, anak bungsu).
Pertama kali aku masuk SMU, aku belum mengenal tentang onani maupun hubungan seks. Aku masuk sekolah di Jakarta, waktu itu aku berumur 17 tahun. Aku masuk SMU khusus cewek, di mana semua muridnya adalah wanita. Aku mempunyai sahabat karib bernama Maria. Setiap hari aku sering main ke kost-nya yang letaknya dekat sekolah. Hingga suatu saat, ketika kami sedang berdua di kamarnya. Maria mengajakku nonton sebuah VCD, walaupun film tersebut hanyalah sebuah Anime Hentai di mana ada adegan seorang cewek sedang onani, gambar tersebut sangat jelas merangsangku. Saat itu posisiku sedang tengkurap di kasur dan Maria di pinggirku.
Tiba-tiba tangan Maria mulai menggerayangi punggungku dan mulai melepaskan tali BH-ku. Saat itu aku kaget sekali, di satu pihak aku tidak ingin hal ini diteruskan tetapi di lain pihak aku sudah terangsang hebat. Segera saja aku membalikkan badan dan dengan liarnya Maria menjilati buah dadaku. Ia mulai menjilat dan menyedotnya. “Ah.. gila rasanya tak terbayangkan, belum pernah selama ini aku merasakan kenikmatan seperti itu”, sambil ia menjilat puting susuku, tangannya pun mulai meraba ke balik rok pendekku, jarinya yang kecil menarik lepas celana dalamku dan mulai memainkan klitorisku. Saat itu aku hanya bisa menutup mata, sambil merasakan kenikmatan itu.
Tiba-tiba Maria berkata, “Lucy, kamu layani aku dong..” Aku pun terkejut, ternyata aku sejak tadi diam saja. Sewaktu digerayangi langsung saja aku dan Maria membentuk posisi 69 dan kami pun saling menjilati liang kewanitaan dan klitoris. Ketika sedang asyik-asyiknya, aku merasakan ada sesuatu yang keras memasuki lubang kemaluanku. “Ahh.. apa itu Mar..?” kataku kesakitan. “Tenang.. ini hanyalah sebuah dildo!”, katanya sambil tersenyum. Tapi aku sudah tidak peduli, kuteruskan saja menjilat klitorisnya sampai akhirnya kami berdua kelelahan, dan akhirnya tertidur. Esok harinya aku bangun dan Maria menindih tubuhku. Aku pun membangunkannya dan akhirnya kami pergi ke sekolah bersama-sama, ia memberikan dildo miliknya sebagai kenang-kenangan dan dildo itu sering kugunakan untuk beronani.
Saat aku berumur 18 tahun (kelas 2 SMU) aku menjadi seorang hiperseks, tiap hari aku melakukan onani dengan dildo tapi tidak pernah merasakan kepuasaan hingga suatu saat ada rekan bisnis ayahku yang datang dan menginap di rumahku. Namanya Ronald. Saat itu aku berpikir untuk mencoba melakukan hubungan seks dengannya, maka pada suatu sore ketika pulang sekolah, aku langsung mengetuk pintu kamarnya sambil berkata, “Om Ronald.. ini Lucy nih, kangen sama Om”, dan tak lama kemudian ia keluar dan berkata, “Iya Lucy, ada apa..” karena waktu itu aku bingung mau berkata apa, langsung saja aku membuka baju seragamku dan memeluk Om Ronald. Om Ronald pun agak kaget tapi rupanya dia mengerti, langsung saja ia menyuruhku berbaring di kasurnya dan Om Ronald pun langsung membuka semua pakaiannya. Aku melihat batang kejantanannya yang sudah ereksi. “Ya ampun, besar sekali.. sekitar 23 cm dengan diameter 6 cm” (maklum Om Ronald adalah blasteran Indo).
Terkait
Dia langsung naik ke atas kasur dan menyuruhku membuka mulut. “Sini biar Om kasih kamu yang enak.” Saat itu aku belum pernah merasakan oral seks, jadi aku menurut saja ketika batang kemaluan Om Ronald masuk ke mulutku, saking panjangnya aku sampai merasa mual. Kemudian dengan cepatnya dia menggenjot batang kemaluannya di dalam mulutku. Saat itu aku hanya bisa diam saja dan merasa mual sampai akhirnya dia berkata, “Ah.. keluar.. keluar..” dan mulutku dipenuhi cairan hangat yang rasanya agak anyir. Kemudian dia mengeluarkan batang kemaluannya dan mulai memasukannya ke dalam liang kewanitaanku. Saat itu aku sama sekali tidak merasakan kenikmatan. Lanjut baca!
Viral Nikmatnya Mempertontonkan Tubuh Sexy Istriku
Aopok.com - Nama saya Toni(samaran) umur saya 22 tahun, walaupun tubuh saya tidak begitu berotot tapi cukup atletis. Kata teman-teman wajah saya tergolong tampan. Saya kuliah di slah satu PTN terkenal di kota J. saya ingin berbagi cerita pada pembaca situs RumahSeks ini tentang kisah yang pernah saya alami. Kisah inin sebenarnya berawal dari kenekatan saya menuruti hasrat saya.
Setelah diterima di PTN di kota J, otomatis saya harus mencari indekost karena saya tidak punya saudara dekat di kota ini. Akhirnya saya mendapatkan sebuah kontrakan kecil dengan dua kamar. saya dan seorang teman semasa smu sepakat kost disitu. Kontrakan itu milik seorang lelaki berumur 40-an. Dia mempunyai seorang istri cantik berumur sekitar 30-35. dan seorang anak perempuan yang masih duduk di kelas 5 SD. Pak Abdi ?demikian namanya- adalah seorang pegawai kantoran yang cukup sibuk sehari-harinya. Sedangkan istrinya yang cantik dan berkulit kuning langsat merupakan ibu rumah tangga yang setia. Dia juga sangat baik pada saya maupun teman kost saya.
Kontrakan kami terletak persis di samping rumah Pak Abdi. Kamar teman saya di bagian depan sedangkan kamar saya di belakang. Disampaing kamar saya terdapat sumur tempat mencuci dan kamar mandi rumah Pak Abdi. Tempat sumur itu dikelilingi tembok sekitar 2 meteran. Jika gorden jendela kamar saya yang berkaca gelap dibuka akan kelihatan sumur tempat Bu Abdi mencuci tiap harinya. Saya bisa saja menonton aktivitas harian Bu Abdi di sumur tersebut dari dalam kamar saya, namun sya tidak terlalu berani karena takut kelihatan Bu Abdi. Padahal saya sangat ingin memandang kemulusan kulit tangan dan kaki Bu Abdi.
Alhasil saya Cuma berani mengintip dari celah gorden kamar saya yang tertutup. Entah Bu Abdi curiga atau tidak ketika dia mencuci baju sekitar jam 8-an tapi gorden kamar saya belum dibuka juga. Padahal saya sudah bangun dan sengaja belum membukanya karena saya ingin mengintipnya ketika sedang mencuci. Hal itu sering saya lakukan ketika tidak ada kuliah pagi. Saya benar-benar terangsang dengan mengintip Bu Abdi. Wajahnya yang Cantik dan kulitnya yang putih bersih membuat saya deg-degan. Kadang-kadang pahanya yang mulus jugan tersingkap saat dia duduk mencuci. Hal ini menjadi kebiasaan yg menyenangkan buat saya selama beberapa bulan pertama. Temen kost saya tahunya saya masih tertidur jika sampai jam 8-an pintu kamar saya masih terkunci.
Terkait
Sampai suatu saat saya bosan dan ingin melakukan sesuatu yang lain. Dari sinilah kegilaan itu bermula.
Suatu hari ketika rumah Bu Abdi kosong saya masuk ke tempat mencuci rumah itu lewat pitu tembusan ke dapur kontrakan. Pintu itu memang tidak pernah dikunci. Dari tempat itu saya mengamati jendela kamar saya..aman, ternyata kaca gelap itu menghalangi pandangan dari luar ke dalam walaupun gorden terbuka. Sejak saat itu saya tidak lagi mengintip dengan gorden tertutup tapi saya buka lebar-lebar. Hal itu benar-benar menyenangkan. Lanjut baca!
Viral Ngentot Anal Nina Teman Seks Ku
Iklans.com - Namaku Andi, usia baru 20 tahun dan baru setahun kemarin lulus SMA. Sekarang aku lagi usaha mendaftar di beberapa Perguruan tinggi. Karena sadar untuk dapat diterima di PTS top itu nggak gampang, maka aku ikut bimbingan tes. Disitulah aku berkenalan dengan cewek bernama Nina. Usianya 19 tahun, tetapi karena ayahnya orang Jerman, tubuhnya bongsor banget. wajahnya jelas cantik (namanya juga indo!). Tubuhnya seksi luar biasa, buah dada dan pinggulnya menonjol sedemikian rupa sehingga memaksa setiap mata laki-laki melotot memandangnya. Ditambah lagi dengan kesukaannya memakai T-shirt dan celana ketat, benar-benar membuat seluruh pria peserta kursus tersiksa karena menahan nafsu.
Nina tinggal di sebuah daerah elite di kotaku, dan karena rumahnya searah dengan rumahku aku sering ikut pulang dengannya bersama beberapa teman lain yang juga rumahnya searah. Mobilnya BMW biru(ayahnya kaya banget), jadi nebeng dengan dia jauh lebih nikmat dibandingkan jika pulang sendiri naik angkot.
Pada suatu hari, kebetulan teman-teman lain berencana nonton film rame-rame setelah kursus, tetapi aku malas ikut (alasan lain, karena aku lagi nggak punya duit). akhirnya aku pulang sendirian dengan Nina. Kami ngobrol dengan hebohnya di jalan, terutama membicarakan si Rudi teman kursus kami yang beberapa hari yang lalu menikah mendadak, karena kepergok Hansip sedang “gituan” dengan pacarnya di belakang gudang gedung kursus kami.
Omomg punya omong, si Nina sambil tetap menyetir melirikku dengan mata nakal
” ‘Ndi, kamu juga pernah begituan nggak sama pacarmu? kaya si Rudi itu?”
Mendengar pertanyaan itu aku ketawa ngakak
” Walah, boro-boro main. Melihat punyanya cewek saja aku belum pernah.”
Nina membelalakkan matanya yang indahkecoklatan itu
” Yang bener ‘Ndi, masak kamu belum pernah lihat punyanya cewek?”
Aku mengangkat dua jariku
“suer, belum pernah Nin. Paling aku cuma lihat di buku-buku porno”.
Terkait
Nina menggeleng-ngeleng mendengar jawabanku itu. Dia tersenyum-senyum dan bertanya dengan nada menggoda
“Jadi, sekarang kamu pingin lihat punya cewek beneran nggak? ini tawaran serius lho!”
Aku menggaruk-garuk kepala
“Yaa..jelas mau dong Nin, tapi punyanya siapa?”
Nina ketawa ngakak dan dengan tangan kirinya memukul pundakku
“Ya punya gua, tahu! punya siapa lagi?”.
Walah, aku terlonjak mendengar “tawaran” gila itu. Kepalaku mendadak pusing, napasku tersengal-sengal dan suaraku jadi serak
“Kamu nggak serius kan Nin?”
Tapi Nina memandangku dan menjawab dengan enteng
“Serius! ayo kamu lihat sekarang.”
Ia tiba-tiba memarkir mobilnya di pinggir jalan. Lanjut baca !
Viral Pelajaran Ngentot Anus Untuk Anak Tetangga
Biodataviral.com - Saya mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah menulis email untuk saya, sekaligus memohon maaf karena ada beberapa email yang sama sekali tidak sempat saya balas. Untuk selanjutnya saya akan menyediakan waktu 3 jam untuk membalas semua email itu setiap hari. Untuk itu, saya harap para pembaca tidak kapok mengirimkan email ke tempat saya. Sesuai dengan janji saya bahwa saya akan menceritakan pengalaman yang lain, kali ini saya akan menceritakan pengalamanku dengan anak tetanggaku.
*****
Kejadian ini terjadi di pertengahan bulan Januari 2024.
Malam itu aku pulang lebih malam dari biasanya. Rapat di kantor yang berkepanjangan dan bertele-tele membuat aku cape setengah mati. Masuk ke kamar tidurku, aku membuka jas kantorku disusul dengan melorotkan rokku dan menjatuhkannya ke lantai begitu saja.
Sambil berjalan ke arah lemari pakaian, aku membuka kancing-kancing blusku. Tepat di depan lemari pakaian aku melepaskan blusku dan menjatuhkannya ke lantai pula. Aku membuka lemari pakaianku. Sejenak aku memilih-milih pakaian dalam yang akan aku pakai. Akhirnya pilihanku jatuh pada celana dalam satin tipe thong warna kuning muda dan bra tanpa tali bahu yang berwarna sama.
Kulemparkan celana dalam dan bra ke atas tempat tidurku. Setelah itu, aku menuju ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarku.
Di dalam kamar mandi, aku membuka celana dalamku yang berwarna putih dan bra yang berwarna sama yang kukenakan sejak pagi. Kubiarkan saja tergeletak di lantai kamar mandi. Aku segera masuk ke dalam tempat shower dan mandi. Hanya dengan mandi yang bersih yang bisa mengusir segala kepenatanku seharian di kantor. Saat menyabuni badanku, aku menyabuni bagian payudara dan vaginaku agak lama. Aku menikmati sensasi saat kedua bagian tubuhku itu tersentuh, walaupun oleh tanganku sendiri. Tak lama kemudian acara mandiku berakhir. Aku kemudian keluar dari tempat shower dan menggapai handuk yang selalu tergantung di belakang pintu kamar mandiku. Dengan handuk itu, aku mengeringkan tubuhku.
Kembali ke kamar tidur, aku kemudian mengambil pakaian dalam yang di taruh di atas tempat tidur dan kupakai. Setelah itu, handuk yang kupakai kuhamparkan di sandaran kursi yang ada di kamarku. Aku membaringkan diriku ke atas tempat tidur. Bagian tubuhku yang tidak terutup oleh bra dan celana dalam yang kupakai, langsung menyentuh lembutnya sprei tempat tidurku. Aku memutuskan untuk beristirahat.
Terkait
Saat baru saja hendak terlelap, aku mendengar suara bel pintu. Aku kemudian bangkit dari tempat tidurku dan menggapai jubah tidur satinku yang berwarna merah muda yang tergantung di balik pintu kamarku. Sambil berjalan ke arah pintu depan, aku memakai jubah tidurku dengan terburu-buru. Hal ini tentu saja menyebabkan pada bagian dada tidak tertutup dengan rapi. Langkah-langkah kakiku menyebabkan celana dalamku terlihat dari belahan jubah tidurku yang panjangnya hanya sepaha. Aku tidak perduli, aku hanya berpikir siapa yang datang. lanjut baca!
Nikmatnya di Entot Anal dalam Bus Kota
Aopok.com - Nama saya Florence Kim, saya adalah warga Indonesia keturunan Korea yang sekarang sedang berada di Italy untuk tujuan bisnis dan saya sering sekali membaca cerita 19Tahun hingga saya menjadi sangat basah. Saya mempunyai pacar bernama Erick, seorang warga Roma, tapi sekarang saya tidak menceritakan pengalaman saya bersama Erick.
Pagi itu, kami makan pagi berdua sambil ngobrol-ngobrol ringan. Erick ada meeting dengan factory jam 11 pagi, jadi saya mungkin menghabiskan waktu dengan jalan-jalan sendiri, tapi tidak masalah soalnya saya sudah terbiasa kemana-mana sendiri. So, setelah cium perpisahan dengan Erick, saya mulai berbenah diri.
Pagi itu udara summer kebetulan sangat indah buat jalan-jalan. Saya memakai skirt-dress katun pendek, sekitar 10 cm di atas lutut, motif floral, dengan canvas-shoes di padukan dengan straw hat yang saya beli di Yogyakarta. Sip deh, komentar saya setelah mengecek sekali lagi di cermin. Baju ini bagus juga, leher bajunya yang berbentuk kotak, low cut memperlihatkan dada saya yang putih dan berukuran 36B.
Waktu saya turun dari kamar, melewati lobby yang crowded, saya sempat merasa tatapan mata yang tertuju pada saya, apa karena saya manis atau jarang kali ngeliat cewek Asia, tapi lumayanlah buat tambah PD.
Saya berjalan-jalan menyusuri jalan kecil di samping hotel. Tidak lama kemudian saya sudah berada di tengah toko-toko dan kafe-kafe kecil. Mungkin daerah pasar kali, soalnya saya baru pertama kali berada di Roma. Entah bagaimana melukiskan perasaan kalau kita berada di tengah-tengah kota yang ramai tapi semuanya asing buat kita. Something scary tapi agak menggoda karena banyak hal yang baru, seperti tampang cowok-cowok Italy yang lagi cofee break dengan baju kantor yang rapi. Kulit mereka yang kecoklatan, dagu yang keras dan mantap plus itu lho.. sisa cukuran yang masih kebiru-biruan bikin gemes pengen ngelus dech, juga perasaan mau nyobain bagaimana rasanya bercinta dengan mereka.
So, saya berjalan santai dengan pikiran yang bercampur aduk. Akhirnya saya berhenti di depan bus station, kemudian setelah saya pelajari rute di map saya, saya mau pergi ke Via Condotti. yah, buat window shopping.
Waktu saya naik ke bus tersebut, bus-nya lumayan padat, tapi tidak seperti di Jakarta sampai bergelantungan di pintu. Paling lorong bus itu penuh orang berdiri sambil berpegangan di pipa besi. Saya juga tidak menemukan tempat duduk jadi saya pilih tempat yang kelihatan agak kosong sambil berpegangan di pipa juga. Kemudian bus-nya melaju.
Terkait
Saat menit-menit pertama, saya melihat-lihat sekeliling sambil bus itu melaju. Saya merasakan angin bertiup menerpa wajah dan bermain dengan rambut saya yang lurus sebahu. Waktu bus itu berbelok, saya merasa ada sentuhan ringan di paha saya.. kaget, saya melihat sekeliling tapi tidak ada yang ganjil. Saya melihat orang-orang sedang bercakap-cakap dan tidak ada yang mencurigakan. Saya mulai merasa ganjil karena keasingan saya di tengah-tengah bahasa mereka. Lanjut baca!







Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...